Ketika saya kecil dulu, saya bercita-cita sewajarnya anak kecil ketika di tanya.

 ”mau jadi apa besok kalau sudah besar?”

dan sederet jawaban pun terlontar dari mulut saya, dan sering berganti-ganti.

“mau jadi dokter” “mau jadi pramugari” “mau jadi suster”

terkadang dulu saya juga suka menceletuk

“besok kalo saya sudah besar saya mau menikah, terus punya anak”

haha begitulah jawaban polos anak kecil usia dibawah 10 th.

Seiring berjalannya waktu dan bertambanya usia saya, minat saya berganti, dari yang mulai dari kecil saya ingin menjadi dokter, menjadi pramugari, menjadi suster, itu semua hilang.

Saya tidak ingin lagi menjadi dokter, melihat nilai IPA dan matematika saya tidak tinggi. Saya tidak ingin menjadi Pramugari lagi melihat bahasa inggris saya yang tidak lancar dan badan yang tidak proporsional. Saya juga tidak tertarik lagi untuk menjadi suster (baik suster perawat maupun biarawati) karena saya takut lihat darah dan takut berada di rumah sakit malam hari. Namun saya masih bercita-cita suatu saat nanti menikah dengan orang yang tepat dan punya anak-anak yang lucu, makanya saya gak mau jadi suster biarawati hehe.

Memasuki SMP itu, saya menyadari betapa saya merasa senang berbagi dengan orang lain dan teman-teman saya. Saya senang ketika mereka datang pada saya dan menceritakan kisah mereka yang baik mau pun yang kurang baik,  dan saya bisa membuat mereka lega karna memberikan soluli yang tepat atau pun hanya berperan menjadi pendengar yang baik saja. Sejak saat itu jika ditanya

“Apa cita-citamu kelak?”

dengan tegas saya menjawab

“Saya ingin menjadi seorang Psikolog”

dan saya menjelaskan alasan saya sangat ingin menjadi Psikolog.

Menginjak SMA, keinginan saya untuk menjadi Psikolog semakin kuat… pelajaran yang saya gemari adalah saat pelajaran BK, karena disana kita bisa berbagi, kita di ajarkan untuk mengelola emosi, dan disediakan waktu oleh guru untuk bimbingan bagi yang ingin berkonsultasi mengenai masalah apa pun… begitu menyenangkannya bisa membantu orang lain ^^

Di akhri studi di bangku SMA, mulailah kami disibukkan dengan tes ini-itu, juga tes masuk perguruan tinggi. Dan dari sinilah mulai timbul dilema dalam diri saya. Saya sangat ingin masuk fakultas Psikologi saat itu, demi terwujudnya mimpi saya menjadi seorang Psikolog. Namun saya sadar, saya bukan dari keluarga yang berada sedangkan Psikologi selalu menjadi favorit yang banyak diminati dan otomatis menelan biaya yang sangat besar. Dan saya tau orang tua saya sudah angkat tangan duluan, dan mereka tidak setuju kalau saya melanjutkan studi di S1 dengan alasan mereka tidak mampu dan mereka tidak ingin jika saya memaksakan nantinya saya putus di tengah jalan. Mereka menginginkan saya masuk D3, agar saya cepat lulus dan cepat bisa membantu orang tua meringankan beban hidup.

Hal itu membuat saya bingung, sebingung-bingungnya antara memperjuangkan mimpi dan menonjolkan egois diri, atau memilih membahagiakan ortu dan membuang  jauh-jauh mimpi itu. Dan dengan berat hati aku memutuskan untuk membuang jauh-jauh keegoisanku saat itu.

Tahun pertama aku masuk D3 Sekretari, sama sekali saya tidak berminat namun saya berusaha menyenagi jalan yang saya ambil itu. Dan saya selalu menjadi sedih jika ada yang bertanya atau berkata

“kamu besok ingin jadi apa? jadi sekretaris ya pastinya?”

jujur saya tidak ingin menjadi sekretaris, saya masih ingin menjadi Psikolog, namun sudah tidak ada jalan mungkin untuk meraih mimpi menjadi Psikolog itu, dan mimpi saya masuk Psikologi diwujudkan oleh sahabat-sahabat saya yang dengan suksesnya masuk sesuai keinginannya. Membuat saya senang namun juga iri :( Pertanyaan di atas selalu saya jawab begini

“jujur saya belum tau besok akan menjadi apa dan seperti apa, namun satu yang saya mau. Saya hanya ingin membuat mama saya bahagia”

Sejujurnya ketika mengucap itu, terasa begitu menyesakkan saya.. saya merasa hidup saya memang tidak jelas dan tanpa tujuan, karena satu-satunya keinginan saya saat itu masuk di Psikologi dan nantinya menjadi Psikolog. Itu semua sudah pupus maka saya tidak tau lagi tujuan saya akan menjadi apa kelak? namun saya rela melaukan apa saja demi mama saya tercinta, karena beliau juga rela melalukan apa saja untuk saya. Dan tujuan hidup saya hanya untuk membahagiakan mama saya, entah jadi apa saya kelak yang penting bisa membuat mama bahagia.

Studi D3 Sekretari saya habiskan tepat waktu dengan nilai “Dengan Pujian” saya lega, mama pasti bahagia. Dan Puji Tuhan juga, sebelum wisuda saya sudah bekerja, terima kasih JC ^^

Namun sayangnya sampai saat ini saya merasa, saya tidak berminat di sekretaris. Saya masih tidak tau talenta saya di bidang apa?! yang jelas walau pun saya bekerja sebagai sekertaris, namum saya tidak minat dengan bidang ini sejujurnya, JC help me!! Give Your way JC…

Dan siang ini saya membaca sebuah artikel mengenai menolong orang lain. Itu artikel yang sayang bagus menurut saya, dan saya sangat ingin menjadi seperti itu.

Dan lagi-lagi saya belum menemukan jalan bagaimana cara mewujudakan keinginan saya untuk dapat selalu berbagi sengan orang lain?! mungkin dengan berbagi dengan anak jalanan (JC, lagi-lagi saya belum mewujudkan mimpi saya itu), berbagi dengan sesama yang tertindas.

Saya pun berpikir, tak apa jika memang saya tidak bisa bersekolah di Psikologi, mungkin saya akan belajar sendiri dan menjadi Psikolog amatir yang tidak bergelar Psi. di belakang nama saya. Namun saya mencoba menerka apa bidang saya di bidang sosial yang selalu berusaha untuk meringankan beban sesama??

JC, kalau misal benar kau menunjuk saya untuk kesana, bimbing saya yaaa supaya saya bisa mewujudkan mimpi saya kali ini.. Meski saya tidak tahu pakah pekerjaan di bidang itu akan mendapat gaji yang besar (seperti yang saya cari saat ini, tanpa menikmati pekerjaan saya)?! Namun JC, saya hanya ingin bekerja di tempat saya merasa nyaman dengan pekerjaan itu berapapun penghasilan saya nanti, pasti saya akan total jika saya mengerjakan pekerjaan yang saya sukai..

JC, mimpiku saat ini ingin berbagi berama anak-anak jalanan, anak-anak di panti asuhan, dll JC. Semoga mimpi ku bisa terwujud. Amin. ^^