Pagi semua, dari semalem kepikiran pengen nulis sebuah cerita cinta yang panjang dan belum tau ujungnya gimana… (yang sebenernya udah sempet di tulis di kertas sih beberapa tahun yang lalu, dan coba saya tulis ulang di blog). Kisah ini di ambil dari kisah nyata lho wew.. Jadi begini kisahnya…
2002
Ketika itu Cialu (dibaca Syalu) masih duduk di bangku pertama SMA swasta di sebuah kota kecil yang ramai penduduk. Di tahun pertama ini Cialu dipertemukan dengan seorang lelaki sebaya dengannya di sebuah acara keakraban yang marak diadakan oleh siswa-siswa putri dan siswa-siswa putra yang berlainan sekolah. Dalam sebuah acara itu tak sengaja Cialu berpasangan dengan seorang yang bernama Tian (yang sampai saat ini masih menjadi teman mainnya).
Setingan acara itu adalah sebuah Malam Keakraban, dimana setiap peserta yang terdiri dari sekelompok perempuan dan sekelompok lelaki di pasangkan secara acak. Teknik mencari pasangannya dengan cara kelompok lelaki meletakan sebuah barang di atas meja, kemudian mereka duduk. Setelah itu giliran kelompok perempuan mengambil salah satu barang yang ada di meja tersebut, dan mereka juga duduk. Setelah semua perempuan dipastikan sudah duduk, giliran para lelaki untuk menemukan barang miliknya dibawa siapa?! dan itulah pasangan mereka. Dan watku itu Cialu membawa barang milik Tian, jadilah mereka berpasangan di acara sore itu.
Setiap pasangan diberi waktu untuk saling mengobrol dan mengenal, dan gak cuma sebatas dengan pasangannya sendiri, disana juga bisa berkenalan dengan yang lain. Selain itu, diadakan juga games yang selalu dimainkan secara berpasangan (namanya juga malam keakraban), selain games yang seru dan lucu juga ada Slow Dance yang paling dinantikan oleh para lelaki. Selain slow dance bersama pasangan diperbolehkan juga slow dance dengan teman lain.
Slow dance adalah hal yang menyebalkan untuk Cialu, karena dia tidak suka di pegang-pegang pinggulnya oleh orang yang tidak dikenalnya atau baru dikenalnya. Dan saat itu Cialu dan Tian sepakat untuk tidak berdansa dengan romantis mereka hanya bergoyang kesana kemari tanpa berpegangan. Acara berdansa bersama pasangan selesai, dan Cialu kembali duduk dengan Tian, disana Cialu terlihat tertarik dengan seorang lelaki teman Tian, dan dia membayangkan dalam hati
“gimana ya kalau dia mengajaku berdansa? antara mau dan gak mau ni?! Pengennnnnn, tapi …. aku kan belum kenal, masa udah di pegang-pegang pinggulnya hiiiiiiiiii”
Seketika itu juga ternyata lelaki yang Cialu maksud sebut saja Nono, datang menhampirinya dan tersenyum. Cialu mendadak jadi salah tingkah dan ketika makin bingunglah Cialu ketika Nono bertanya :
“Mau slow dance dengan ku? ayo..”
ajaknya sambil tersenyum manis sekali (menurut Cialu) dan mengulurkan tanggannya.. dengan spontan Cialu hanya menggerakan tanggannya memberi isyarat menolak ajakan dan berkata
“terima kasih”
sambil tersenyum yang menurutnya manis. Selepas itu Cialu pun menyesal dan di bodoh-bodoh’in oleh temennya. Dia selalu menolak ajakan untuk slow dance tiap kali ada yang mengajaknya, sampai ada seorang lelaki yang begitu ngawurnya datang mengajak Cialu slow dance.
“hi, mau slow dance dengan ku?”
kata lelaki itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya, dan lagi-lagi Cialu menolaknya dengan isyarat tangan dan senyum sambil berkata
“terima kasih”
tapi dasar ngawur, lelaki itu berkata
“ayo ga papa, gak usah malu-malu”
kata lelaki itu sambil menarik Cialu ke lantai dansa. Wedew betapa kesal Cialu pada lelaki itu namun dia ikut saja, toh udah di tengah-tengah. Dalam hati Cialu berkata
“Ya Tuhan, Slow dance sama orang yang belum kenal,,,, dipegang-pegang.. tidakkkkk!!! kurang ajar ni cowok”
kata Cialu dalam batin, dan selagi asyik bebicara dalam hati lelaki ngawur itu membuat Cialu menjadi salah tingkah dengan berkata
“kenpa? grogi ya? santai aja lagi”
katanya sambil tersenyum dan di jawab dengan senyum Cialu, lalu dia berkata lagi
“gini, taruh tangan mu di bahuku”
katanya sambil menggarahkan tanggan Cialu. Hmmmm makin grogilah Cialu namun berusaha menikmati slow dance pertamanya. Saat itu pula mereka berkenalan
“namamu siapa?” tanya lelaki itu
“Cialu” jawab Cialu singkat di iringi anggukan oleh teman lelaki barunya.
“namamu siapa?” tanya Cialu
“Indi” jawab lelaki itu. Melihat wajah Cialu yang sepertinya merasa itu nama yang aneh lelaki itu mempertegas
“Indiana, namaku Indiana” katanya sambil tersenyum
Dan sepulang dari acara itu. Cialu selalu teringan dengan lelaki bernama aneh itu yang sudah memberi kesan yang membuat Cialu sedikit gak trima atas penarikan paksa.
Cialu selau beranggapan kebanyakan orang yang pintar selalu berkutat dengan buku pelajaran atau pun kegiatan berbau pendidikan, dan tidak suka dengan kegiatan hura-hura seperti keakraban itu. Kalau pun ada segelintir orang pintar disana, pasti mereka pun termasuk orang-orang yang pasif. Begitu pikiran Cialu saat itu.
Cialu sadar bahwa pikirannya salah saat dia bertemu dengan Edrik temannya.
C: “Ed, temanmu ada yang namanya Indiana?”
E: “Indiana, kenapa? Kamu kenal dengan dia? wouw…ngeriiii”
C: “Iya aku sempat berkenalan dengan dia, setuju dia memang mengerikan… Pasti pacarnya banyak ya dia?”
E:”…..”
(bingung mendengar perkataan Cialu dan semangat mencacinya kepada Indiana)
C:”Ihhhh.. dia tuh kurang ajar sekali ya Ed, tipe-tipe lelaki buaya tuh ya..”
E: “Kurang ajar?”
C: “iya…”
E: “Masa sih? emgan kamu di apakan Cia?”
C: “……….”
(mulai bingung denga Edrik yang sepertinya tak sependapat dengannya)
C: “Lho katamu atadi ngeri… Kemaren dia mengajaku slow dance paksa coba, gak trimaaa!!!!”
E: “masa sih? wew.. maksudku ngeri tuh, karena dia selalu juara 1, gak cuma juara kelas, tapi dia juga juara umum di sekolahku”
kata Edrik membanggakan Indiana
E: “Indiana anaknya baik koq, masa sih kemaren dia gitu? biasanya dia tuh diem gak neko-neko. dan Semua teman kagum sama dia.. bayangkan Matematika masa dia bisa dapat 100 sedang yang lain 40,50.. cuma dia seorang yang dapat 100 ngeri gak tuh?!”
Cialu hanya terdiam, terkagum, dan gak menyangka
C:”waoouuuwww ngerrriiiiiiii” katanya sambil terkagum-kagum.
Sejak pembicaraan dengan Edrik saat itu Cialu berubah 180 derajat. Yang tadinya dia sebel setengah mampus dengan Indiana, sekarang dia merasa bersyukur pernah berdansa dengan orang pintar (dasar Cialu gak jelas, selalu termabokkan oleh orang pintar).
Dan sejak saat itu pula, Cialu sangan ingin bertemu lagi dengan Indiana walau akhirnya dia tidak bertemu dengan nya.. sampai Cialu pun lupa dengan muka Indiana, saking lamanya gak ketemu. Namun dia selalu mengingat nama aneh itu dan mulai menyukai nama aneh itu INDIANA…
Komen-komen